Rabu, 21 Oktober 2009
Berkeliling sekitar lingkungan Sekolah Sebuah metode Pembelajaran Alternatif IPS yang ternyata menyenangkan
Sebuah metode Pembelajaran Alternatif IPS yang ternyata menyenangkan
IPS atau biasa dikenal social studies adalah ilmu atau mata pelajaran yang mungkin sebagian orang yang suka logika atau sering menggunakan otak kiri, menjadi sesuatu yang menyebalkan dan menjemukan. hal ini bukan saja menjadi masalah bagi siswa itu sendiri dalam menerima mata pelajaran IPS tetapi juga bagi guru pengampu.
Guru-guru IPS pun seakan mencari mutiara dalam laut dimana dan dengan cara apa sebaiknya IPS diajarkan dan disamapaikan kepada peserta didik.
Besar harapan IPS bisa melahirkan sosok generasi penerus dan pemimpin bangsa yang bukan sekedar ahli dan mumpuni dalam teknis tetapi mampu juga dalam analisis sosial dan kondisi realiti kultural-geographis bangsanya
pengalaman terakhir dalam pengajaran mata pelajaran ini ternyata pada akhirnya membuahkan hasil Enviorenment approach ternyata mampu mendekatkan IPS dengan anak.
anak-anak terkesan dan sangat terdongkrak semangatnya untuk belajar IPS setelah mereka diajak berkeliling ke sekitar lingkungan sekolah walau harus jalan kaki di bawah terik matahari yang panas. Mereka puas, karena dapat melihat secara nyata kenampakan alam Indonesia ditengah gempita tingginya bangunan bertingkat di perkotaan.
Kompetensi dasar kenampakan alam yang ada pada standar kompetensi siswa ini mampu meningkatkan daya analisis dan penemuan problem solving yang untuk ukuran hal tersebut sangat baik bagi pendidikan dasar kepemimpinan dan rasa tanggung jawab terhadap Negaranya
apalagi setelah pertemuan berikutnya mereka membuat kliping dan mendiskusikan melalui metode problem solving. seru tiap peserta berperan sebagai menteri dengan berbagai permasalahan dan solusinya. hasilnya para menteri kecil dan anggota DPR ini muncul ide-ide kreatif untuk untuk solusi masalah bangsa yang kadang diselingi tawa, tarik penat kepala membayangkan susahnya jadi menteri, DPR ato presiden.
Tapi mereka juga bingung kok banyak yang rebutan jadi anggota DPR dan pejabat, korupsi lagi...........
asyiknya mengajar IPS...................
Minggu, 08 Februari 2009
Selasa, 06 Januari 2009
ADA APA DENGAN Obama
Ssssssssssssssttt..................duar....duar. Jerit, tangis, rintihan kesakitan dan kematian terus menghiasai siang dan malam di negeri bumi para Nabi, Palestina. Deru pesawat-pesawat pembunuh yang dikendalikan dengan nafsu serakah terus menghiasai bumi ini. Kuda-kuda baja pun merangsek rumah , bangunan, sekolah yang tersisa. Peluru-peluru melesat menjemput paksa anak-anak dan wanita. Livni wanita Israel bertangan besi, berteriak ini karena "Hamas sembunyi di belakang mereka". Argumen ini terbalik dengan kenyataan hamas selalu menentang dan melakukan perlawanan kepada Isrel di Lini depan. Siapa sebbenarnya yang bersembunyi? aturan perang: keras larangan membunuh anak-anak dan wanita. Namun Livni bersama pasukannya mungkin lupa atau tak tahu aturan itu. Hingga menuduh, padahal ia sang pelaku. B erperang dengan membunuh sipil, anak-anak dan wanita.
Di bumi lain, pesta kembang api menghiasi kota-kota menjadikan indahnya malam yang pekat. Tua muda berpesta, tak tahu, tak melihat derita umat manusia di bagian belahan sana"PLESTINA".
ya, sebuah negeri yang tak mati-mati melakukan perlawanan, menuntut hak kemanusian yang direbut Israel dengan bantuan teman sejolinya "AMerika".
Sungguh sangat memprihatinkan. Negeri Paman Sam, sejak awal selalu mendengung-dengungkan " Decralation of independens" bagi negeri-negeri buatannya. Namun menghancurkan dan merampok negeri merdeka dan berdaulat.
Ada apa dengan Amerika? tak puaskah wakilnya dilempar sepatu karena sifat hipokritnya?
Apa arti menggantung Saddam dan ambisi melenyapkan Irak dan Iran dengan isu " NUKLIR murahan" sebagai lips dan justice untuk menghancurkan dua negeri ini
Kita semua tahu, Lobi Yahudi Amerika masih menguasai gedung putih, Obama yang mengaku demokrat, ternyata masih mengikuti jejak-jejak pendahulunya.
Obama diam.....Obama mengutuk dan mengatakan hamas harus menghentikan perlawanan. Obama lupa, dan tak melihat. Siapa pembunuh dan siapa yang dibunuh. Ia bingung karena syik dengan liburannya, hingga lupa pada janjinya.
ada apa dengan Obama, dimana rasa kemanusiannya ketika jerit tangis anak-anak melangit? Apa ia lupa ia punya anak dan istri? relakah ia sang anak atau istri mengalami hal serupa seperti ini?
Kamis, 18 Desember 2008
ANALISIS SOSIOLOGI SIKAP: STUDY KASUS KADO SEPATU PENGHINAAN BUAT BUSH
Lemparan pertama meleset, kedua meleset. Mungkin sebuah prestise begitu lincahnya BUSH. Namun justru ini menunjukan sebuah analisis sifat sebenarnrya BUSH. Jauh hari sebelum ia datang ke Irak, Bush sudah menyadari posisinya. Ia menyadari bahwa sungguh banyak pembencinya di Dunia Arab "Irak". Itu bukan tanpa alasan, hampir 6 tahun AS di bawah pimpinannya menduduki, menjajah Irak walaupun dengan alasan "menangkap Saddam yang absolut.
Pemimpin Dunia diam tak punya alasan atau tidak berani menyampaikan alasan karena nanti takut negaranya menjadi sasaran Bush "in the next". Tetapi alasan yang lebih penting dari diamnya mereka adalah" takut hilangnya kekuasaan mereka di negaranya", termasuk pemimpin-pemimpin negara Arab atau Muslim. Mengapa? apa hubungannya?
* Jatuhnya Soeharto Mei 1998, dengan krisis moneternya adalah rencana agung dan besar sejak awal kepemimpinan Soeharto. Keluguannya sebagai warga Jawa/ Kaum Timuran menjadikan Soeharto kurang "JELI " dan " WASPADA" terhadap bantuan baik atas nama pinjaman, Hibah, dsb.
Disisi lain sikap resesifnya atas kaum minoritas dan umat muslim sebagai sebuah barter politik atas pinjaman AS dan kroninya telah melewati batas sifat Kejawaan / ketimuranya.
Tak bisa di9slahkan mengapa" Rakyat Negeri ini trauma kepadanya, walau ada tetap saja ada pendukungnya karena mereka mendpat kebahagiaan adan untung darinya" Soeharto".
* Meninggalnya "Yasser Arafat" Sang Perdana Menteri Palestina yang telah terobsesi memiliki istri seorang Yahudi. (faktor diracun) adalah "recent fact in the death cronologi".
masih banyak lagi kapan-kapan mungkin penulis coba tulis.
ADA APA DENGAN " MUNTADAR AL ZAIDI"
AL ZAIDI bukan siapa-siapa. Ia hanya seorang warga Irak biasa. Orang sipil sebutannya. umurnya masih muda sebagaimana semangat dan keberaniannya.
Namun ia bukan orang biasa yang biasa saja. Ia adalah pemuda dengan sifat khasnya. Seorang pemuda dengan tingkat dan karakter ciri perkembangan normal" Sesuai teori Perkembangan remajadalam karya psikolog kondang" HURLOCK".
AL Zaidi berani. Al Zaidi marah, Al Zaidi menangis, Al Zaidi tertekan, Al Zaidi ingin menjerit dan memukul. Namun apa daya ia tak bisa. Ia bukan siapa-siapa apalagi ia bukan pula Perdana Menteri Irak yang terpesona menjadi boneka AS.
Al Zaidi menjerit, menangis namun ia hanya bisa menatap, melihat, menangisi kondisi negeri.
Al Zaidi adalah orang biasa , warga Irak biasa. Namun sebagai wartawan Irak tentu ia selalu bertugas mencari berita, mewancari, melihat, memfoto tragedi yang pantas dalam dunia jurnalis untuk difoto.
Al Zaidi memang wartawan yang dituntut untuk mencari dan meliput berita dengan kenetralannya. Tetapi sekali lagi ia orang biasa, ia tak bisa berbohong pada hatinya, pada rasa kemanusianya. Ketika ia harus menyaksikan tangisan ibu dan anak, rintih payah kakek nenek tua yang terkena granat di tengan rumahnya yang hancur terbakar tanpa sisa.
Al Zaidi orang biasa, ia wartawan yangmencoba menetapi apa tuntutan dunianya. Tetapi ia manusia bisa yang menangis tatkala menyaksikan para wanita dan istri-istri saudaranya ternoda oleh tentara penjajah.
Tangis, jerit, teriakan stress orang frustasi karena kehilangan keluarga, perang saudara adalah sajiannya. Hadiah AS di negerinya (Irak). Perintah Bush terhadap tentaranya untuk Irak.
Pada siapa ia harus mengadu, tatkala pemimpin negaranya pun berbulan madu dengan pembuat neraka di Negerinya.
Lemparan sepatu bukanlah sesuatu yang luar biasa, betapa tertekannya Zaidi sebagai warga, manusia melihat peristiwa sosial negerinya di tengah tugas kewartawanannya.
Zaidi tak bisa berbuat apa-apa karena ia orang biasa tanpa harta dan kuasa. Ketika berita dunia yang dikuasai Yahudi/AS/Bush berbanding 200% dari yang nyata ia lihat dalam tugasnya sebagai wartawan tak bisa ia rubah. Apa yang harus dilakukannya?
Melempar sepatu itu biasa namun melempar sepatu ke wajah BUSH mungkin itu bisa menunjukan kepada dunia tentang beberapa hal berikut:
- Warga Irak belum mati
- Masih ada wartawan yang jeli kepada derita kemanusiaan bukan sekedar Berita sumber penghasilan
- Sebuah pesan kepada Pemuda" Ayo bergeraklah"
- Apa saja posisimu, jabatanmu, ayo tindak pembuat tindak kejahatan dan derita kemanusiaan
- Peristiwa ini memberi gambaran sungguh menderita dan luka rakyat negeri Irak akibat kebijakan Bush ini.
- Siksaan dan derita adalah bagian dari pengorbanan seperti itu pula Zaidi berkorban demi cintanya pada negeri dan rakyat Irak ini.
- Cemeti panas untuk pemerintahan Irak, mengapa rakyat negeri 1001 malam ini begini.
- Remuknya lengan dan tangan bersama anggota tubuh yang lain Al Zaidi oleh aparat keamanan Irak adalah wujud Kemunafikan dan penghianatan terhadap rakyat oleh pemerintahan Irak itu sendiri.
Sebuah pertanyaan; Mengapa melempar sepatu ke wajah Bush ditangkap disiksa, dipenjara, padahal tidak mengenainya? Padahal ratusan, ribuan, jutaan rakyat negeri ini kelaparan, kedinginan, mati karena Bush, Bush tidak ditangkap? apa karena ia punya harta, kuasa dan anda menginginkannya? .................
Rabu, 15 Oktober 2008
Bila Induk Kucing Sayang Anaknya
Kamis, 25 September 2008
GUNUNG
"BELAJARLAH DARI GUNUNG SAUDARAKU"
Saudaraku,marilah kita belajar dari Gunung, karena mungkin kita Ibarat gunung itu! Astaghfirullah
“Special for three my brother
(I love u cause Allah, n I am proud for all)
Seorang anak mengungkapkan rasa penasarannya kepada ayahnya. “Yah, seperti apa sih rupa gunung itu?” Sang ayah tidak menjawab. Ia hanya bilang, “Baiklah, kita berangkat menuju gunung. Akan kamu lihat seperti apa wajah gunung itu.”
Seorang anak mengungkapkan rasa penasarannya kepada ayahnya. “Yah, seperti apa sih rupa gunung itu?” Sang ayah tidak menjawab. Ia hanya bilang, “Baiklah, kita berangkat menuju gunung. Akan kamu lihat seperti apa wajah gunung itu.”
Berangkatlah mereka berdua dengan mengendarai mobil. Perjalanan lumayan lama, karena jarak antara tempat tinggal mereka dengan gunung terdekat bisa menghabiskan waktu empat jam dengan mobil. Jarak yang lumayan jauh. Bahkan sangat jauh untuk ukuran seorang anak usia enam tahun.
Ketika perjalanan sudah menempuh hampir separuh jarak, anak itu berteriak, “Hore, gunungnya sudah kelihatan.” Dari balik kaca mobil, sebuah gunung membiru terlihat begitu anggun. Puncaknya menjulang ke langit nan biru dan menembus awan putih. “Oh, indahnya gunung itu,” ucap sang anak. Ia benar-benar kagum.
Mobil pun terus melaju. Jalan yang ditempuh tidak lagi lurus dan datar, tapi sudah berkelok dan naik turun. Wajah gunung pun terlihat hijau karena dedaunan pohon mulai tampak walaupun cuma didominasi warna. Anak itu berujar lagi, “Oh, ternyata gunung itu berwarna hijau. Ada pohon-pohon kecil yang berjajar.”
Sambil menikmati pemandangan sekitar, anak itu pun menyanyikan lagu: “Naik naik ke puncak gunung, tinggi tinggi sekali…” Hingga, perjalanan berhenti pada sebuah dataran yang sangat tinggi. Dari situlah mereka bukan hanya bisa melihat wajah gunung yang asli, tapi juga bisa memegang dan menginjak gunung. Mereka sudah berada di puncak gunung.
“Gunungnya mana, Yah?” tanya anak itu keheranan. “Inilah wajah gunung yang kamu cari, tanah yang sedang kita injak,” jawab sang ayah sambil menunjuk ke tanah yang menanjak dan menurun. Anak itu agak heran. “Ini? Tanah yang gersang ini? Tanah yang cuma berisi batu dan pohon-pohon kecil dengan air sungainya yang keruh?”
Sang ayah mengangguk pelan. Ia menangkap warna kekecewaan yang begitu dalam pada diri anaknya. “Anakku, mari kita pulang. Mari kita nikmati wajah gunung dari kejauhan. Mungkin, dari sanalah kita bisa mengatakan bahwa gunung itu indah…”
Ketika seseorang sudah menjadi ‘gunung-gunung’ di masyarakatnya. Di mana, wajahnya bisa dilihat orang banyak, suaranya didengar banyak orang; akan muncul penasaran orang-orang yang melihat dan mendengar tokoh baru itu. Mereka ingin tahu, seperti apakah wajah sang tokoh ketika dilihat dari dekat: perilakunya, kehidupan rumah tangganya, dan hal-hal detil lain.
Sayangnya, tidak semua ‘gunung’ yang terlihat indah ketika jauh, benar-benar indah di saat dekat. Para peminat yang ingin dekat dengan ‘gunung’ itu pun pasti kecewa. Ternyata, ‘gunung’ yang dari jauh indah itu, menyimpan banyak cacat. Keindahannya semu.
Mari, kita bangun ‘gunung-gunung’ diri yang benar-benar indah: baik dari jauh, apalagi dekat. Jangan biarkan mereka yang semula kagum, menjadi kecewa. Jangan sampai ada orang-orang yang berujar persis seperti sang ayah bilang, “Anakku, mari kita menjauh. Mungkin hanya dari kejauhanlah, kita bisa mengatakan bahwa ‘gunung’ itu indah…” (disdr dari eramuslim). ** Kamis, 25 Sep 2008 09:16
Mari benahi diri raih ridho Ilaahi.Amin
26 Ramadhan1429H, Sungguh aku ingin menangis karena dosa
semoga Allah mengampuni hamba, Ayah dan Bunda, 3 Saudaraku
tercinta beserta mukminin dan mukminan dibumi-Nya!
Senin, 15 September 2008
BUKAN SALAH ANAK, Ma................!
Mama:" Bu guru sekarang ujang sering marah".
Guru:" ehm, begitu ya bu!"
Mama: "ya, bu. saya sampe cape nasehatin terus. Gimana bu ya!
Sekilas percakapan permasalahan itu biasa kita dengar atau alami. Mungkin manusiawi. Tetapi Mama kita sebagai orang tua harus bijak ketika hal itu terjadi pada anak kita.
Kita tidak selayaknya langsung mempunishment anak kita nakal, emang sulit atau dasr bandel.
Anak ketika lahir ke dunia Ibarat kertas putih, lalu kitalah orang terdekatnya yang memberi warna. entah apa warna nya? mungkin hijau, ungu, pink atau hitam bahkan sesuai asalnya.
Anak yang pada awalnya hidup dan belajar dalam goa tertutup bernama rahim dan hanya belajar dari pohonnya. Kini setelah lahir ia hidup dialam. Ia hidup bersama alam, dari alam dan untuk alam.
Mama...
Layak bila seorang anak akan berkata aku kan meniru mama.....
aku kan meniru papa.... aku meniru si A, Si B, dan lainnya
Anak lahir di alam dan ia pun hidup bersama alam, tentunya alam itu pula akan membentuknya. namun ada gris merah yang harus kita ambil dengan bijak bahwa anak sangat tergantung pada alam.
Ia akan bertindak atau berperilaku sebagaimana alam membentuknya, jadi tatkala alam sebagi guru memberi junkfood untuk otak dan hatinya maka ia pun akan seperti masukannya
Oleh karena itu kepada para orang tua, guru, maupun semua pihak yang mempunyai perhatian kepada dunia anak hendaknya ia dapat membentengi dan menjaga anaknya dari junk food yang beredar atau menggejala disekitar kita.
Junkfood tersebut adalah:
- Hiburan atau informasi media cetak elektronik diswekitar yang menyuguhkan berita, film, sinetron, dan tayangan-tayangan lain yang tidak sesuai untuk ukuran anak. bahkan film-film kartun maupun sinetron dewasa ini pun merusak akhlaq anak sejak amal.
- Sikap orang-orang disekitarnya yang memberi contoh negatif
- Lingkungan negatif di sekitarnya yang ia selalu/sering melihat atau mendengarnya. Penelitian memaparkan bahwa pengalaman/ilmu yang diserap melalui visual akan lebih bertahan lama dan mengena. Namun informasi yang didengar setiap orang yang terlalu sering pun akan menancap kuat pada anak.
Selamat berkarya ma.....................!
berguru pada pengalaman mengajar sehri-hari